Tatap Muka 4

D.    Budaya Politik yang Berkembang di Indonesia

Setelah membahas mengenai pengertian budaya politik, kini kita akan mencoba melihat bagaimana perkembangan budaya politik di Indonesia. Dengan keragaman masyarakat yang ada di Indonesia, bukan hal yang mudah bagi kita untuk mengklasifikasikan tipe-tipe budaya politik yang berkembang di negara kita ini. Untuk sekedar menyederhanakan pembagian tipe-tipe budaya politik di Indonesia, kita dapat membaginya menjadi tiga tipe budaya politik yaitu, budaya politik tradisional, budaya politik islam, dan budaya politik modern. Pembagian tipe-tipe budaya politik ini lebih didasarkan pada gaya berpolitik yang berkembang di Indonesia.

1.        Budaya Politik Tradisional

Budaya politik tradisional adalah budaya politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, budaya politik yang berangkat dari paham masyarakat Jawa. Hal ini pernah terjadi ketika Soeharto memimpin negeri ini selama lebih dari tiga dekade. Paham kekuasaan Jawa cukup mendominasi dalam sistem pemerintahan yang dipimpinnya. Jumlah etnis dari masyarakat Jawa, cukup mendominasi pusat-pusat kekuasaan penting seperti kekuasaan yang ada dalam tubuh ABRI (TNI). Selain itu, budaya politik tradisional juga ditandai oleh hubungan yang bersifat patron-klien, seperti hubungan antara tuan dan pelayannya.

2.      Budaya Politik Islam

Budaya politik Islam adalah budaya politik yang lebih mendasarkan idenya pada satu keyakinan dan nilai agama tertentu, dalam hal ini tentu saja agama Islam. Agama Islam di Indonesia menjadi agama mayoritas dan Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila Islam menjadi salah satu budaya politik yang cukup mewarnai kebudayaan politik di Indonesia. Orientasi budaya politik yang mendasarkan pada nilai agama Islam mulai tampak sejak para pendiri bangsa membangun negeri ini. Budaya politik Islam biasanya dipelopori oleh satu kelompok masyarakat yang biasa disebut sebagai santri. Kelompok santri adalah kelompok masyarakat yang identik dengan pendidikan pesantren atau sekolah-sekolah islam.

3.     Budaya Politik Modern

Budaya politik modern adalah budaya politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu atau berdasarkan pada agama tertentu. Pada masa pemerintahan di era reformasi seperti sekarang ini, dikembangkan budaya politik modern yang dimaksudkan untuk tidak mengedepankan budaya etnis atau agama tertentu. Pada masa pemerintahan ini ada dua tujuan yang ingin dicapai, yakni stabilitas keamanan dan kemajuan untuk perbaikan disegala bidang kehidupan.

E.      Pembagian Tipe Budaya Politik Menurut Geertz.

1.      Budaya Politik Abangan

Budaya Politik Abangan adalah budaya politik masyarakat yang menekankan aspek-aspek animisme. Tradisi selamatan merupakan ciri khas masyarakat dengan budaya politik abangan. Upacara selamatan dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat yang dapat menggangu manusia. Kelompok masyarakat ini yang dapat dimasukkan dalam kategori abangan adalah masyarakat petani. Kelompok masyarakat abangan pada tahun 60-an, misalnya sering kali berafiliasi dengan partai semacam PKI dan PNI.

2.      Budaya Politik Santri

Budaya Politik Santri adalah budaya politik masyarakat yang menekankan aspek-aspek keagamaan, khususnya agama islam. Masyarakat santri biasanya diidentikkan dengan kelompok masyarakat yang sudah menjalankan ibadah atau ritual agama islam. Pendidikan masyarakat santri ditempuh melalui lembaga pendidikan yan ada dalam pondok pesantren, madrasah, atau masjid. Pekerjaan masyarakat dengan budaya politik santri biasanya adalah pedagang. Pada masa lalu, kelompok masyarakat santri cenderung berafiliasi pada partai NU atau Masyumi. Kini, mereka berafiliasi pada partai seperti PKS, PKB, PPP dan Partai yang berbasis Islam Lainnya.

3.      Budaya Politik Priyayi

Budaya Politik Priyayi adalah budaya politik masyarakat yang menekankan keluhuran tradisi. Kelompok priyayi seringkali dikontraskan dengan kelompok petani. Priyayi adalah masyarakat kelas atas atau kelompok masyarakat aristokrat. Pekerjaan kaum priyayi biasanya adalah para birokrat, yaitu bekerja sebagai pegawai pemerintah.

Uji Penguasaan Materi

  1. Apakah dalam menjalankan pemerintahannya, pemerintah sekarang masih menggunakan budaya politik yang mengedepankan hubungan patron-klien? Jelaskan pendapatmu!
  2. Sebutkan dan jelaskan pembagian tipe budaya politik menurut Geertz!

Sumber Referensi :

Retno Listyarti. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Sumarsono. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas XI. Bogor : Yudhistira.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s