Tatap Muka 3

C.            Tipe-Tipe Budaya Politik

Untuk mengetahui karakter budaya politik suatu bangsa, kita dapat mengukurnya melalui beberapa dimensi. Dimensi-dimensi yang biasanya menjadi ukuran dalam menentukan budaya politik suatu masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat pengetahuan umum masyarakat mengenai sistem politik negaranya, seperti pengetahuan tentang sejarah, letak geografis, dan konstitusi negara.
  2. Pemahaman masyarakat mengenai struktur dan peran pemerintah dalam membuat kebijakan.
  3. Pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang meliputi masukan opini dari masyarakat dan media massa kepada pemerintah.
  4. Sejauh mana partisipasi masyarakat dalam berpolitik dan bernegara, serta sejauh mana pemahamannya mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Dari beberapa dimensi yang menjadi ukuran dalam tipe kebudayaan politik tersebut, maka kita akan melihat beberapa tipe budaya politik menurut Almond dan Verba. Menurut mereka, ada tiga tipe kebudayaan politik, yaitu budaya politik parokial, budaya politik subjek, dan budaya politik partisipan.

  1. Budaya Politik Parokial

Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan parokial bila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat pedalaman di Indonesia. Dalam masyarakat  jenis ini, tidak ada peran-peran politik yang bersifat khusus. Kepala kampung, kepala suku, dukun, atau kyai biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis, atau religius.

2.  Budaya Politik Subjek

Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan politik subjek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Namun, frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subjek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka diarahkan terhadap otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada bisa saja ditunjukkan lewat rasa bangga atau malah dengan rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subjek sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

3.   Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipan adalah suatu bentuk budaya politik di mana anggota masyarakat sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam  membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung diarahkan pada peran pribadi aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.      

Uji Penguasaan Materi

  1. Sebutkan dan jelaskan 4 dimensi utama yang menjadi ukuran dalam menentukan budaya politik suatu masyarakat!
  2. Jelaskan perbedaan antara budaya politik parokial dan budaya politik partisipan! Kaitkan dengan dimensi budaya politik!

Sumber Referensi :

Retno Listyarti. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Sumarsono. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas XI. Bogor : Yudhistira.

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “Tatap Muka 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s